Cara Mulai Berwirausaha

Posted by in Enterpreneurship, Info Natatronik on August 20, 2011 1 comment

Betapa banyak orang ingin memulai berwirausaha. Ada yang siap dengan modal plus perencanaan yang njelimet, ada berbekal dengan gagasan semata. Namun ada pula yang mempunyai banyak uang, tapi bingung mau diapakan. Masih banyak yang tidak tahu bagaimana dan dari mana harus memulai. Berikut 14 rahasia yang umum dalam memulai berwirausaha:

1. Penuhi Kebutuhan Konsumen

Ini merupakan cara membuka usaha yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan katering, buka usaha katering. Jika warga di sekitar rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus,dll, buka usaha sesuai kebutuhan tadi. Kuncinya, kenali kebutuhan konsumen, lalu penuhi dengan harga, kualitas produk dan pelayanan yang lebih baik.

2. Jual Keunikan

Jika Anda lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan program komputer baru, misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya, apalagi khas dan unik sangat berpeluang menembus pasar.

3. Duplikasi Usaha Lain

Bagi yang merasa dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko. Misalnya di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya di tempat yang sama? Anda cukup ”memfotokopi” usaha itu, plus memberi sedikit nilai lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan).

4. Beri Fasilitas Tambahan

Mirip cara sebelumnya, namun perlu sedikit sentuhan kreativitas. Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan play station. Anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar, warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit fasilitas tambahan, Anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.

5. Jual Keterampilan

Jeli mengenali bakat orang. Itu pun awal bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang jika dikembangkan dan diberi tempat bisa dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal, adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas rambut berbakat dari salon- salon kecil. Sewakan tempat yang bagus, lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha pemangkas rambut yang ekslusif.

6. Jadi Agen

Mirip dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro yang menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan, biro jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.

7. Jual Barang Second

Masih sedikit yang peka dengan usaha ini. Barang second dengan nilai historis tertentu bisa punya harga tinggi. Anda bisa memburu barang-barang bermerk asli yang sudah tidak dipakai lagi. Anda bisa menjualnya di tempat lain dan dengan harga spesial. Banyak ekspatriat, selebritis, pengusaha, sampai jendral yang punya selera berpakaian dan beraksesoris mahal di negeri ini. Anda tidak akan kekurangan barang.

8. Buka Kantor

Semisal Anda berlatar belakang profesi seperti dokter, akuntan, pengacara, notaris, desainer ataupun konsultan. Jika sekarang masih jadi “pekerja“ di perusahaan orang, siap-siaplah merintis buka kantor sendiri. Kurang modal dan SDM? Ajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal. Juallah skill dan pengalaman Anda.

9. Jalankan Network Marketing (MLM)

Bisnis ini sangat prospektif, walau belum banyak dipilih menjadi alternatif. Masih banyak orang ketakutan memasuki bisnis MLM ini karena tidak memahami sistemnya. Direct selling dan Multi Level Marketing sering disebut people franchise atau waralaba pribadi. Modalnya murah meriah, namun sudah didukung produk yang berkualitas bagus, system pemasaran, pelatihan, dan jenjeng karier. Bahkan sebagian perusahaan memberikan royalti dan asuransi bagi membernya yang mencapai level tertentu.

10. Beli Waralaba

Yang modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot, waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba merupakan jenis usaha yang relatif terstandarisasi. Butuh kejelihan membaca waralaba mana yang bagus.

11.Beli Usaha Prospektif

Ada pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM bagus, prospek ke depannyan pun cerah. Sayang untuk berkembang lebih jauh tidak punya modal lebih. Jika modal Anda cukup besar, dan menurut kalkulasi usaha itu bisa dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa membelinya.

12. Beli Usaha Sekarat

Banyak usaha sekarat bukan karena tidak ada prospek, namun semata-mata karena manajemennya ambaradul. Jika Anda cukup jeli memetakan prospek ke depannya dan cukup pengalaman merekayasa ulang usaha, maka peluang menarik. Usaha seperti ini bisa Anda beli dengan harga relatif murah. Namun ingat, biaya pemolesannya harus Anda kontrol.

13. Buka Lokasi

Beberapa usaha cepat sekali berkembang karena faktor lokasi, semisal ada pembangunan perumahan mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga setempat dengan produk atau jasa yang mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang paling strategi di sana.

14. Usaha Bersama

Kadang usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan dikelola bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi jago masak masakan asing, sementara teman dekat Anda jago melobi dan punya relasi luas. Bisa saja Anda bersama-sama membuka usaha restoran, kelebihan masing-masing bisa saling memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya

Comments

comments

Powered by Facebook Comments